2026-09-03
Mini Lifting, Mini Rhytidectomy, Minimal Incision Rhytidectomy (Short Scar Face Lift) with Lateral SMASectomy I
Artikel ini membahas evolusi dan aplikasi Minimal Incision Rhytidectomy dengan Lateral SMASectomy, menyoroti pentingnya pembatasan diseksi SMAS untuk keamanan dan hasil optimal.
Ini adalah makalah dari Daniel C. Baker, MD dari New York University Medical School tentang mini lifting.
Intinya adalah diseksi SMAS minimal, mengamankan SMAS yang mobile ke SMAS yang immobile.
Minimal Incision Rhytidectomy
(Short Scar Face Lift) with Lateral
SMASectomy: Evolution and Application
Daniel C. Baker, MD
I saw little difference in overall facial contour regardless of whether I had performed a lateral SMAS dissection... Sepertinya beliau berpikir, apakah perlu melakukan diseksi SMAS secara ekstensif?
Seiring bertambahnya pengalaman diseksi SMAS...it was necessary to elevate the mobile SMAS anterior to the parotid gland.
Penulis, setelah banyak melakukan diseksi SMAS (jaringan fasia tipis di bawah kulit wajah), menyadari bahwa untuk mengubah kontur wajah, SMAS harus diangkat hingga ke depan kelenjar parotis agar efektif.
Penemuan Masalah
Namun, semakin luas SMAS diangkat, semakin besar risiko kerusakan cabang saraf wajah.
Selain itu, semakin jauh SMAS didiseksi ke depan, jaringan menjadi lebih tipis dan mudah robek.
Faktanya, seringkali SMAS menjadi tipis atau robek saat diangkat.
Saat menjahit SMAS, jika diberikan tekanan, akan lebih mudah robek.
Kesimpulan
Karena alasan ini, penulis menyimpulkan bahwa diseksi SMAS yang terlalu luas tidak diperlukan untuk sebagian besar pasien dan tidak memberikan keuntungan jangka panjang yang signifikan.
Diseksi SMAS yang terlalu luas meningkatkan risiko kerusakan saraf dan robekan jaringan, dan tidak memberikan efek jangka panjang yang besar, sehingga diseksi luas tidak diperlukan untuk sebagian besar pasien.Tujuan: Menjaga cakupan operasi yang aman dan tepat!
The 1980s
Dengan diperkenalkannya liposuction (lipoplasty) pada tahun 1980-an, penulis dapat mengubah bentuk leher menjadi lebih baik.
Metode:
Melakukan liposuction bersamaan dengan penjahitan kuat platysma (otot leher) secara lateral.
Keuntungan:
Dengan cara ini, insisi submental (di bawah dagu) dan diseksi luas (undermining) hampir tidak diperlukan.
Insisi dan diseksi hanya diperlukan dalam kasus yang sangat sulit (kondisi leher yang sangat buruk).
Mengurangi operasi platysma di bagian tengah (medial platysma work):
Operasi yang melibatkan otot leher bagian depan (tengah) juga hampir tidak dilakukan.
Namun, platysmaplasty dilakukan secara pengecualian jika ada tonjolan otot vertikal yang jelas di area leher saat bergerak.
Efek:
Menarik platysma dengan kuat dari samping (lateral) (dijahit ke periosteum mastoid) sangat meningkatkan kontur leher.
Dengan hanya liposuction dan metode penarikan kuat otot leher dari samping, bentuk leher dapat dibuat indah, dan tidak perlu melakukan insisi atau diseksi yang tidak perlu secara luas.Tujuan: Operasi bisa lebih sederhana dan aman, namun tetap mendapatkan hasil yang baik!
The 1990s
Pada tahun 1990-an (terutama 1992), penulis mencoba metode baru.
- Alih-alih mengangkat SMAS, digunakan metode lateral SMASectomy.
- Lipatan nasolabial (garis senyum) dan jowl (gelambir di rahang) membaik secara alami.
Metode operasi area leher juga dilakukan secara berbeda.
- Lateral platysmaplasty: otot leher platysma ditarik ke luar dan difiksasi ke area keras mastoid di belakang telinga.
- Kontur garis rahang membaik secara signifikan.
Banyak metode baru muncul, tetapi
Pada akhirnya,
(1) What are the indications for these new techniques?
(2) How great are the risks and complications?
(3) Most important, do the benefits of these techniques outweigh their risks significantly enough to justify using them routinely?
Indikasi: Pasien mana yang harus menggunakan teknik ini?
Risiko: Seberapa besar efek samping dan komplikasi?
Efektivitas: Apakah manfaatnya cukup besar untuk mengimbangi risikonya? (Cukup untuk membenarkan penggunaan rutin?)
Penting untuk mempertimbangkan hal-hal ini!!!
The ultimate success of any rhytidectomy operation is a happy patient. That is where the best new referrals originate. Therefore each surgeon must adapt a technique that works best for his or her patients.
Dengan metode baru memotong dan menempelkan sebagian SMAS, bentuk wajah dan leher dapat dibuat lebih indah, dan meskipun metode operasi terus berkembang, penting untuk memilih metode yang paling sesuai untuk pasien.Tujuan: Kepuasan pasien adalah prioritas utama, dan meskipun metode operasi terus berkembang, pilihlah dengan hati-hati!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Seberapa luas diseksi SMAS yang tepat saat melakukan mini lifting?
Diseksi SMAS yang terlalu luas tidak diperlukan untuk sebagian besar pasien. Diseksi yang luas meningkatkan risiko kerusakan saraf dan robekan jaringan, serta tidak memberikan manfaat jangka panjang yang besar, sehingga penting untuk melakukan operasi dalam batas yang aman dan tepat.
Apa saja risiko jika SMAS didiseksi secara luas?
Semakin luas SMAS didiseksi, semakin besar risiko kerusakan cabang saraf wajah. Selain itu, jaringan dapat menjadi tipis dan mudah robek, dan faktanya, seringkali SMAS robek saat diangkat atau dijahit.
Bisakah kontur leher juga diperbaiki dengan mini lifting?
Ya, bisa. Dengan liposuction dan penjahitan kuat platysma (otot leher) secara lateral, kontur leher dapat dibuat sangat baik, dan hasil yang baik dapat dicapai tanpa insisi atau diseksi yang tidak perlu secara luas.
Bagaimana metode operasi mini lifting berkembang pada tahun 1990-an?
Pada tahun 1990-an, alih-alih mengangkat SMAS, lateral SMASectomy digunakan untuk memperbaiki lipatan nasolabial dan jowl. Selain itu, untuk area leher, lateral platysmaplasty dicoba untuk secara signifikan memperbaiki kontur garis rahang.
Apa pertimbangan terpenting saat melakukan mini lifting?
Yang terpenting adalah kepuasan pasien. Penting untuk mempertimbangkan dengan cermat indikasi teknik baru, risiko, dan apakah manfaatnya cukup besar untuk mengimbangi risikonya, untuk memilih metode operasi yang paling sesuai untuk setiap pasien.