2026-09-03
Ulasan Bedah Facelift Usia 60-an: Cara Memperbaiki Kerutan Nasolabial, Jowls, dan Dagu Berlipat
Seorang pasien wanita berusia 60-an menjalani facelift untuk mengatasi jowls, kerutan nasolabial, dan dagu berlipat. Prosedur deep plane facelift dan sedot lemak dilakukan untuk hasil yang alami dan awet muda.

Isi Artikel
Kasus Bedah Facelift pada Pasien Wanita Usia 60-an
Seorang wanita berusia 60-an datang untuk menjalani bedah facelift.
Pasien memiliki masalah utama berupa jowls yang kendur, garis rahang yang tidak rata, kerutan nasolabial yang dalam, dan dagu berlipat yang membuat garis lehernya terlihat tumpul.
Diagnosis: Jowls, Kerutan Nasolabial, hingga Kerutan Leher
Setelah pemeriksaan, ditemukan:
Garis rahang tidak rata dan area jowls kendur
Garis marionette yang jelas dan wajah terlihat lebih lebar
Bagian tengah wajah kendur, menyebabkan kerutan nasolabial yang dalam
Garis leher dan dagu berlipat tidak mulus
Untuk mengatasi masalah kompleks ini, kami memutuskan untuk menggabungkan bedah facelift dengan sedot lemak.

Deep Plane Facelift
Memperbaiki garis rahang yang kendur, kerutan nasolabial, dan leher yang kendur
Ini adalah gambar simulasi contoh untuk membantu memahami operasi yang sebenarnya.
Metode Bedah: Deep Plane Facelift
Sayatan facelift memanjang dari kulit kepala di area pelipis → depan telinga → cuping telinga → hingga garis rambut di belakang telinga. Ini adalah sayatan terpanjang di antara operasi pengencangan, tetapi bekas luka tersembunyi dengan baik.
Proses operasi adalah sebagai berikut:
Setelah diseksi kulit, operasi lapisan otot SMAS
Setelah sayatan SMAS, diangkat dan ditarik
Pemisahan ligamen penahan (retaining ligament) → kunci koreksi kerutan nasolabial
Diseksi yang cermat sambil melindungi saraf wajah
Sedot lemak dikombinasikan di area wajah yang banyak lemak dan area dagu berlipat
Secara khusus, penanganan lapisan otot SMAS adalah kunci koreksi kerutan nasolabial. Deep plane facelift yang populer saat ini juga didasarkan pada prinsip ini.
Hasil Operasi dan Pemulihan
Operasi berhasil diselesaikan tanpa komplikasi seperti pendarahan, hematoma, atau nekrosis kulit. Kelumpuhan saraf wajah juga tidak terjadi.
Meskipun masih ada pembengkakan saat ini,
Garis rahang yang tidak rata telah diperbaiki dengan mulus
Kerutan nasolabial yang dalam telah berkurang
Dagu berlipat dan garis leher juga telah dirapikan
Saat pemulihan berlanjut, wajah yang lebih alami dan awet muda dapat diharapkan.
Kesimpulan
Pada pasien berusia 60-an, perbaikan kompleks pada jowls, kerutan nasolabial, dagu berlipat, dan garis leher diperlukan. Dalam kasus seperti ini, deep plane facelift yang secara akurat menangani lapisan otot SMAS, bukan hanya pengencangan kulit sederhana, akan efektif.
Jika dilakukan dengan aman, efek awet muda yang alami dapat dicapai tanpa efek samping.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu deep plane facelift?
Deep plane facelift adalah operasi pengencangan yang secara cermat menangani lapisan otot SMAS. Setelah diseksi kulit, lapisan otot SMAS disayat, diangkat, dan ditarik, serta pemisahan ligamen penahan memainkan peran kunci dalam koreksi kerutan nasolabial.
Masalah apa yang dapat diperbaiki dengan facelift pada usia 60-an?
Facelift pada usia 60-an dapat memperbaiki masalah penuaan kompleks seperti jowls yang kendur, kerutan nasolabial yang dalam, garis rahang yang tidak rata, dagu berlipat, dan kerutan leher. Secara khusus, koreksi lapisan otot SMAS membuat bagian tengah wajah dan garis rahang menjadi mulus.
Di mana letak sayatan facelift?
Sayatan facelift dimulai dari kulit kepala di area pelipis, berlanjut ke depan telinga, cuping telinga, dan hingga garis rambut di belakang telinga. Ini adalah sayatan terpanjang di antara operasi pengencangan, tetapi dirancang agar bekas luka tersembunyi dengan baik.
Apakah sedot lemak juga dilakukan bersamaan dengan facelift?
Ya, itu mungkin. Jika Anda khawatir tentang lemak wajah yang berlebihan atau dagu berlipat, sedot lemak dapat dikombinasikan dengan facelift untuk merapikan garis rahang dan leher secara lebih efektif serta menciptakan kontur wajah yang mulus.
Apakah ada efek samping setelah facelift?
Dalam kasus ini, tidak ada efek samping seperti pendarahan, hematoma, nekrosis kulit, atau kelumpuhan saraf wajah. Meskipun masih ada pembengkakan setelah operasi, garis rahang yang tidak rata dan kerutan nasolabial yang dalam telah membaik.